I Love K-Pop

Selasa, 17 Mei 2011

He's Like Piano

*+FanFiction Part I+*

            Written by       : Nadita A.N_@HyuthaDedikasi (author)
            Tittle                : “ He’s like Piano  ”
            Genre              : Love, Teenager
            Main Cast        : Eun Ra (@Shafura Nafisah)
                                    - Minho
                                    - Onew
                                    - Hyu Na as Eun Ra’s sister(author)
                                    - Jonghyun CN Blue as Hyu Na’s Boyfriend
                                    - Hye moon as mantan Minho

            Udara dingin mengalun langkah kaki seorang laki-laki sehabis ia beradu kecepatan menangkap bola. Di sebuah taman dengan cahaya redup, ia menatap dan menghirup mawar-mawar yang masih segar.


            Satu jam yang lalu…
            “ Kenapa kamu pergi begitu saja?! Tanpa berpamitan denganku?”, ujar Minho dari jarak   2 m menghadap kekasihnya.
            Dalam sekejap, gadis itu berhasil menggenggam telapak tangan yang penuh dengan aliran tetes keringat.
            “ Maaf Minho…..Jika aku….”, sambil terisak. “ Jika aku memberi tahumu…kau….tidak akan mengizinkanku untuk pergi…”.
            “ Plakk!!!”, pipi kecil dan lembut itu telah memerah.
            “ Sudahi hubungan ini! Hye Moon… Kau…..tidak serius padaku”.
            Minho meninggalkan seorang gadis yang telah membuat hatinya terluka. Terdengar teriakan-teriakan pahit menambah belahan hati Minho semakin teriris. Namun, layaknya bom yang akan dengan segera memecahkan hati Minho ketika dilihatnya seorang laki-laki berjas menghampiri Hye Moon dan kemudian memeluknya.






                     Dua gadis berhiaskan pita ‘Shappire Blue’ yang sama. Sudah sekitar sepuluh detik yang lalu, mereka berdiri di hadapan gedung sekolah musik terkenal.
                     “ Hey, eon… indah sekali gedung ini! Aku semakin bersemangat untuk belajar piano di sini…”, Eun Ra menyikut eonnienya, Hyu Na.
                     Tanpa panjang waktu mereka sudah berda di dalam ruang administrasi, sebagai saudari lebih tua, Hyu Na pun mendaftarkan adiknya.
                     “ Ra, eon ada kelas praktikum kimia. Setelah ini eon pulang duluan ya…, eon dan Jonghyun akan menjemputmu nanti…Anyyeong!”
                     Eun Ra mengendap-endap menikmati segala penjuru ruangan. Segera kutuju ruangan yang akan menjadi calon kelasku. “ yellow piano class”, EunRa masuk ke dalam kelas. Yellow piano class adalah kelas bagi pemula dan setelah itu adalah Blue piano class, Silver piano class, dan tingkat seorang arranger yaitu Golden piano class.
                     Wauww! Kelas pemula saja seperti ini, ada lima piano yang entah apa jenis piano apa berjajar dengan rapi, gumam Ra.
                     Di sudut ruangan ada seorang lelaki dengan mata terpejam tapi Eun Ra bisa merasakan jari-jemarinya sedang memainkan instrument klasik. Merasa diperhatikan, si lelaki menghentikan kelihain tangannya dan menatap Eun Ra.
                     “ Mianhaeyo…aku murid baru di sini, mian telah mengganggumu bermain…”
                     Dengan tatapan ramah sang lelaki tersenyum yang menambah jendela-jendela hati Ra terbuka, sangat bersyukur ia melihat senyumannya.
                     “ Aku…Minho…senang bertemu denganmu…aku murid Blue piano class…ruangnya terkunci, jadi aku datang kemari”
                     “ Kelihatannya aku harus segera pergi”, tambah lelaki tampan itu yang dengan cepat akan masuk dalam ‘my handsome men book list’.
                     Ketika ia sampai pada gagang pintu ia menoleh, “ Siapa namamu?”.
                     Dengan sigap langsung kujawab.






                       Ra telah bersama eonni dan sweet heartnya. Sebenarnya jonghyun oppa lah yang telah merekomendasikan ku untuk masuk ke Colour music school dan eonnieku sangat bangga karena couple-nya itu hampir menyelesaikan Silver acoustic class.
                       “ Saeng…kelas dimulai minggu ini setiap hari sabtu, datang tepat waktu, bersikaplah sopan kepada composer-komposer ternama itu…jaga nama baik eonmu terlebih kakak iparmu ini…”
                       “ Ne…ne…..neee oppa”, Jonghyun sering menasihati Ra tentang ini dan itu. Oleh karena itu aku menetujui hubungan mereka.
                       “ Hyu Na sampai besok!”, teriak Jonghyun oppa dari dalam mobilnya
, saat aku dan eonnie sampai di rumah.                                



                            Ra berbarengan dengan Onew menuju kelas.
                            “ Kau tidak mau lollipop ini?”
                            “ Ani…”
                            Onew berkonsentrasi terhadap lollipop yang sedang memanjakan lidahnya.
                            “ Eun…ke lapangan yuk!”
                            “Hehhh…”, jawab Ra malas.
                            Semua tribun telah dipenuhi oleh siswa-siswa Bonamana High School.
                            Ra duduk di antara murid lainnya bersama Onew. Matanya tak berkedip ketika ia sukses menangkap sosok handsome men yang pernah ia temui sebelumnya.
                            “ Onew, sekolah kita lawan mana sih?”
                            “ Kelihatannya dari FNC High School?”
                            “ Kau kenal dengan laki-laki bernomor punggung ‘17’ itu?”
                            “ Tidak!!! Ayo ah ke kelas. Biasanya juga kau tidak pernah minat”
                            Ra masih saja dan terus saja tidak berpaling dari gerak-gerik laki-laki bernomor ‘17’ yang tak bukan adalah Minho. Lagi-lagi Minho tahu ia sedang dilihat-lihat oleh sepasang mata yang mengintai.



                             “ Saeng, kau masih ingat semua nasihatku kan?”, Ra mengangguk kepada Jonghyun oppa, eon Hyu Na tak bisa hadir mengantarku. Tentu saja eonnie Ra itu terperangkap di laboratoriun yang penuh dengan cairan-cairan yang tak Ra mengerti.
                             Di kelas yang ber-AC itu, dari awal Ra diberi penjelasan panjang lebar, setelah itu Ra menulis not-not balok yang belum ia pahami. Tapi perlahan, Ra yakin ia berbakat. Jonghyun oppa pernah berkomentar selesai ia bernyanyi dan juga memainkan pianika, katanya “ hahaha…bangga juga punya adik ipar sepertimu…aku bisa meneropong jauh kalau kau itu berbakat”, sangat memotivasi.
                             Satu jam berlalu, satu per satu siwa memainkan teknik awal dalam menekan toots-toots. “ Sepertinya materi kita sampai di sini, sampai jumpa minggu depan”, kata sensei yellow piano class, Mrs. Hye Rin. Cepat-cepat kubuka ponsel…
                             “ Oppa?eon jemput aku”, sambil menunggu Ra berjalan keluar. Di sebuah koridor Ra berpapasan dengan Minho.
                             “ Kau…Eun Ra kan…aku melihat mu di pertandingan dua hari yang lalu…”
                             “Ya…aku menontonmu”
                             “Kau di sebelah lelaki yang memakan lollipop itu kan… ?”, Ra menggangguk. Hatinya berbunga-bunga karena Minho bisa mengingat dirinya. Sekarang sudah sampai di luar tapi batang hidung oppa/eonnie tidak ada tanda-tandanya.
                             “ Eun…cepat masuk!”
                             “ Ne…”, akhirnya Jonghyun oppa datang.
                             “Kau adiknya Lee Jonghyun?”, tanya Minho sebelum Ra menghampiri Jjong oppa.
                             “ Mollayo…kakak iparku”



                             Setiap minggu, Ra bersemangat dalam Piano course nya apalagi untuk Minho. Ia kerap menyempatkan waktu untuk mengobrol dan juga kali ini Ra berterima kasih pada Jonghyun oppa karena ia membantu Ra menambah erat hubungannya dengan Minho. Sebenarnya Minho mengagumi kakak iparnya.
                             Sampai saatnya Festival pagelaran musi digelar. Semua akan ditampilkan oleh seluruh siswa Colour music school kecuali untuk kelas pemula yang belum berkesempatan mengisi acara.
                             “ Eun!! Eun Ra!!”, Ra menoleh di dalam aula itu melihat Onew melambai. Kalau bukan karena Jonghyun oppa pasti tidak mendapat dua tiket. Seluruh penampilan mendapat apresiasi yang sangat besar. Ra tertegun menyaksikan group music Minho yang membawakan ‘ Endless Love’ dengan menawan.
                             Selesai acara pikiran Ra hanya tertuju pada Minho. Pertemuan kemarin menghasilkan tanda - tanda yang besar untuknya karena sikapnya tidak seperti biasa, agak dingin dan juga seperti menyimpan sesuatu hal. Aula hampir  kosong tapi entah mengapa Ra harus menemui Minho.
                             Dengan langkah cepat Ra telusuri tangga demi tangga, kelas demi kelas. Apa salah nya jika Ra ada saat Minho membutuhkannya.
                             “ Eun…”, sapaan lembut terdengar dari belakang.
                             “ Minho…apa…apa yang kau lakukan di sini?”
                             “ Tidak…tidak ada apa-apa. Mau kau pergi bersamaku ke Cerninghwa₁?”
                             Ra setuju setelah berpikir beberapa saat.
                             Ra mengurak-arik isi tas mencari box kecil yang sudah ia persiapkan. Ra masih melihat Minho memakan ramen dengan lahap mungkin dari tadi ia lapar. Nah, ketemu!
                             “ Minho…happy birthday”
                             “Hah?”
                             “ Aku tidak salah tanggal kan”,
                             “Ahhh…kau ini….Ra tidak perlu repot…”
                             Ra hanya cengengesan, baru pertama kalinya ia memberi hadiah kepada lelaki selain untuk ayahnya.
                             Senyum Minho lenyap saat seorang gadis cantik memasuki kedai ramen bersama seorang pria. Minho mengenyit dan kembali mengalihkan pandangannya.
                             “ Ra, kau diam di situ bersikaplah tenang…”, Ra mengannguk.
                             Minho berdiri dan memasangkan kalung d ileher Ra. Ra sungguh tidak siap dengan kondisi seperti itu.
                             “ Apa maksud Minho….”, gadis tadi tampak berbicara pelan seperti tidak senang melihat perlakuan Minho yang sangat romantic itu.
                             “Ssssttt…aku ingin memamerkannya kepada gadis yang baru datang itu….”, kata Minho setelah ia kembali duduk.
                             Rasa-rasanya Ra mengenal gadis tadi…Moon…Moon….ouh, Hye Moon.
                             “ Bukankah dia satu sekolah denganmu?”
                             “ Iya tapi dulu…ia sudah pindah. Dia itu eeeegooois!”
                             Ra sendiri tidak mengerti dengan apa yang Minho jelaskan.



Matahari telah menyingsing, dari kejauhan Onew sahabat karibku datang. Onew masih setia menemaniku menunggu eonnie. Ra melihat Hye Moon datang dengan pacarnya, tapi hanya Hye moon yang  menghampiri Ra.
            “ Apa hubunganmu dengan Minho!”, datang-datang sudah melayangkan kemarahan, benar apa yang dibilang Minho, egois!
            “ Dia hanya teman ku…”
            “ Ohhh, baguslah kalo begitu”
            “ Ra mengapa kau berkata seperti itu….kita kan sudah berpacaran sejak malam tadi .. kau lupa?”, tiba-tiba Minho datang dan berkata seperti itu membuat Ra dan Moon membuka mulut ternganga.
            Hye moon menghentakan kakinya, berdecak dan pergi. Tapi Ra di sana terkaku dengan ucapan Minho.
            “ Kenapa kau bisa datang kesini…?
            “ Hanya feeling,,ku. Perkataanku tadi hanya bercanda sekaligus serius…”
            “ Aku mau kau menjadi pacarku…”
            “ Baiklah….”, bisik Ra pada Minho karena dari awal kedatangan Hye moon dan Minho sudah menjadi tontonan. Sementara Onew melongo atas kejadian temannya.






₁(sejenis pasar malam, karangan author belaka)


*gomawo banget buat authornya.. sangat memuaskan^^*